MEDIA INFORMASI TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA [P3MD] KABUPATEN POHUWATO

Profil: Nelsih Yana, SE., M.Si. (Koordinator Kabupaten P3MD Kabupaten Pohuwato)


Dalam perjalanan panjang pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pohuwato, nama Nelsih Yana, SE., M.Si. akrab disapa "Chycie" dikenal sebagai salah satu sosok perempuan inspiratif yang konsisten mengabdikan diri untuk membangun kapasitas desa dan memperkuat kemandirian masyarakat. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade di dunia pembangunan perdesaan, ia telah menunjukkan dedikasi tinggi, profesionalisme, serta kepemimpinan yang kuat dalam memajukan program-program pemerintah berbasis masyarakat.

Lahir di Poso Sulawesi Tengah dan besar di Provinsi Sulawesi Selatan, Chycie tumbuh dengan semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi — gelar Sarjana Ekonomi (SE) dan Magister Sains (M.Si.) — menjadi fondasi kuat dalam memahami dinamika pengelolaan keuangan, kelembagaan, dan tata kelola pemerintahan desa. Kemampuan analisis dan kedisiplinannya membuatnya mudah diterima di berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam konteks pendampingan yang menuntut kepekaan sosial dan integritas.

BACA JUGA : Mendorong Kemandirian Desa: SKB Enam Institusi untuk Gerai Pergudangan Koperasi Merah Putih

Kariernya di dunia pemberdayaan dimulai pada tahun 2000 - 2006 bekerja sebagai Tenaga Pemberdayaan di NGO Kota Makassar, tahun 2007 memulai perjuangan dan melanjutkan karir pemberdayaan menjadi Fasilitator Kecamatan Pada PNPM Mandiri Perdesaan hingga tahun 2010. Tidak berhenti sampai disitu, Chycie berlabuh di Maluku Utara tahun 2011mengabdikan diri di PNPM Perkotaan sebagai Fasilitator.

Tahun 2012 ketika ia dipercaya menjadi Fasilitator Keuangan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kabupaten Pohuwato. Dalam peran ini, Chycie tidak hanya mengurus angka dan laporan keuangan, tetapi juga turut memastikan bahwa setiap rupiah dana masyarakat dikelola secara akuntabel dan berdaya guna. Ia aktif memberikan pelatihan, pendampingan, dan asistensi kepada Unit Pengelola Keuangan (UPK), Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP), serta masyarakat desa yang menjadi penerima manfaat program. Keuletan dan kepiawaiannya dalam memfasilitasi masyarakat menjadikannya salah satu fasilitator keuangan yang disegani di tingkat kabupaten.

Ketika PNPM Mandiri Perdesaan bertransformasi menjadi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Chycie tetap melanjutkan pengabdiannya melalui peran baru sebagai Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pohuwato. Di posisi ini, ia berperan penting dalam mendampingi desa-desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa. Ia juga turut berperan aktif dalam memperkuat kelembagaan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dengan pendekatan yang komunikatif dan humanis, Chycie dikenal mampu menjembatani hubungan antara pemerintah kabupaten, tenaga pendamping profesional, serta pemerintah desa. Ia percaya bahwa kunci keberhasilan pembangunan desa bukan hanya pada besarnya anggaran, tetapi pada kualitas perencanaan, transparansi pengelolaan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

BACA JUGA : Perpres 72 Tahun 2021: Fondasi Kebijakan Nasional untuk Indonesia Bebas Stunting

Pada tahun 2025, dedikasinya yang panjang dan konsistensinya dalam pendampingan membawanya dipercaya untuk menjabat sebagai Koordinator Kabupaten (Korkab) P3MD Kabupaten Pohuwato. Dalam jabatan ini, ia memimpin tim tenaga ahli dan pendamping desa di seluruh kecamatan di Kabupaten Pohuwato. Sebagai Korkab, ia bertanggung jawab memastikan pelaksanaan pendampingan berjalan efektif, terarah, dan sesuai prinsip-prinsip Pembangunan Desa Berkelanjutan (Sustainable Development Goals Desa).

Dalam menjalankan tugasnya, Chycie menekankan pentingnya sinergi antar unsur — pemerintah daerah, pendamping, dan masyarakat desa — agar pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada proyek, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia juga mendorong peningkatan kapasitas pendamping desa agar lebih adaptif terhadap perubahan kebijakan dan tantangan pembangunan di era digital.

Bagi Chycie, menjadi pendamping bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian. Ia selalu mengingatkan bahwa desa adalah fondasi pembangunan nasional, dan keberhasilan Indonesia membangun dimulai dari keberhasilan desa dalam mengelola potensinya.

“Pendampingan bukan hanya tentang membantu desa menyusun dokumen atau laporan, tetapi tentang menghidupkan semangat gotong royong, kemandirian, dan rasa percaya diri masyarakat untuk menentukan masa depannya sendiri,” ujar Chycie dalam salah satu kesempatan kegiatan koordinasi pendamping desa di Pohuwato.

Kini, di bawah kepemimpinannya sebagai Korkab P3MD Kabupaten Pohuwato, program pemberdayaan masyarakat desa terus berkembang menuju arah yang lebih partisipatif, transparan, dan berdampak nyata. Ia menjadi teladan bagi banyak pendamping muda di Gorontalo yang ingin berkarier di bidang pembangunan masyarakat dengan semangat profesionalisme dan keikhlasan. (Explore Pohuwato)

#Desa #TPP


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terbaru

Nita Mantili Sabet Hadiah Mesin Cuci pada Lomba Kebersihan Lingkungan Desa Tunas Harapan

Popayato – Pemerintah Desa Tunas Harapan , Kecamatan Popayato , sukses menggelar Lomba Kebersihan Lingkungan  sebagai bentuk dorongan kepad...

Baca Juga :