MEDIA INFORMASI TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA [P3MD] KABUPATEN POHUWATO
Tampilkan postingan dengan label 5.Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5.Ekonomi. Tampilkan semua postingan

BUMDes Karya Mandiri Desa Bunto Raup Keuntungan dari Usaha Peternakan Sapi Ketahanan Pangan 2025

Popayato Timur – Upaya penguatan ekonomi desa melalui program ketahanan pangan terus menunjukkan hasil positif. Salah satunya ditunjukkan oleh BUMDes Karya Mandiri Desa Bunto, Kecamatan Popayato Timur, yang berhasil mengelola usaha peternakan sapi melalui dukungan penyertaan modal ketahanan pangan tahun 2025.

Program usaha peternakan sapi tersebut dikelola secara transparan dan profesional oleh pengurus BUMDes dengan dukungan penuh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengawas BUMDes, serta pendampingan dari Tenaga Pendamping Profesional (TPP).

Pada tahun 2025, BUMDes Karya Mandiri menerima penyertaan modal ketahanan pangan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan usaha peternakan sapi sebagai salah satu sektor usaha produktif yang dinilai memiliki potensi ekonomi menjanjikan bagi masyarakat desa.

Direktur BUMDes Karya Mandiri, Sarifin Idris Mooduto, menjelaskan bahwa dari total anggaran tersebut, pihak BUMDes melakukan pembelian 11 ekor sapi dengan nilai Rp87.800.000. Setelah dilakukan pemeliharaan selama kurang lebih enam bulan, mulai November 2025 hingga Mei 2026, seluruh sapi berhasil dijual dengan total nilai mencapai Rp107.000.000.

“Keterbukaan pengelolaan keuangan menjadi prinsip utama kami. Semua proses pengelolaan kami sampaikan secara terbuka kepada Pemerintah Desa, Kepala Desa, BPD, Pengawas BUMDes hingga Tenaga Pendamping Profesional, kemudian keberhasilan usaha tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh pihak yang terus menjaga tata kelola BUMDes agar tetap sehat dan akuntabel” ujar Sarifin.

“Kami pemerintah desa dan BPD tidak pernah melakukan intervensi ke dalam pengelolaan keuangan BUMDes. Kami hanya memperkuat fungsi pengawasan melalui Pengawas BUMDes agar tata kelola tetap berjalan baik dan sesuai aturan,” ungkap Alep Dehimeli.

Hal senada juga disampaikan Ketua BPD Desa Bunto, Abdul Lahudji, yang mendukung penuh penguatan pengawasan dan transparansi pengelolaan usaha desa sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes.

"Pengawasan keuangan dilakukan secara rutin setiap bulan guna memastikan seluruh transaksi dan pengelolaan usaha berjalan tertib administrasi, setiap bulan pengawas melakukan pemeriksaan keuangan atas bimbingan dari Tenaga Pendamping Profesional sehingga pengelolaan usaha dapat terus terkontrol dan transparan,” jelas Nurmila.

Bendahara BUMDes, Karsum U Harun, juga turut memastikan seluruh pencatatan keuangan dilakukan secara tertib dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme pengelolaan keuangan BUMDes.

Keberhasilan usaha peternakan sapi yang dijalankan BUMDes Karya Mandiri Desa Bunto diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan usaha desa berbasis ketahanan pangan di Kabupaten Pohuwato. Dengan tata kelola yang terbuka, pengawasan yang kuat, dan kolaborasi seluruh pihak, BUMDes dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. (As)

#BUMDes #Desa #TPPKerjaBerdampak


BUMDes Pohuwato Melesat, 57 Desa Kantongi AHU dan 96 Persen Tuntaskan Pemeringkatan

Andi Samir
(TAPM/PIC BUMDes Kab. Pohuwato)
Pohuwato – Upaya penguatan kelembagaan dan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pohuwato terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan secara intensif, pemerintah desa bersama tenaga pendamping desa terus mendorong legalitas dan peningkatan kapasitas BUMDes agar mampu berkembang menjadi penggerak ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan meliputi proses pendaftaran Administrasi Hukum Umum (AHU) Badan Usaha Milik Desa serta pendampingan pelaksanaan pemeringkatan BUMDes. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan seluruh BUMDes di Kabupaten Pohuwato memiliki legalitas usaha yang sah sekaligus mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha desa sesuai indikator penilaian nasional.

Berdasarkan data perkembangan terbaru, hingga saat ini sebanyak 57 BUMDes di Kabupaten Pohuwato telah memiliki Administrasi Hukum Umum (AHU). Capaian tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi kelembagaan BUMDes agar dapat menjalankan aktivitas usaha secara lebih tertib, profesional, dan memiliki kepastian hukum.

Selain itu, proses pemeringkatan BUMDes juga menunjukkan progres yang cukup signifikan. Dari total 57 BUMDes yang telah memiliki AHU, sebanyak 55 BUMDes telah berhasil melakukan submit pemeringkatan atau mencapai sekitar 96 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya komitmen pemerintah desa dan pengelola BUMDes dalam meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan serta pengembangan unit usaha desa.

TAPM Kabupaten Pohuwato sekaligus PIC BUMDes, Andi Samir, menyampaikan bahwa pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh BUMDes di Pohuwato dapat memenuhi target legalitas dan pemeringkatan. Menurutnya, keberadaan BUMDes yang kuat dan profesional menjadi salah satu kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi desa serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga berharap seluruh pengurus BUMDes terus aktif melakukan pembenahan administrasi, penguatan usaha, serta meningkatkan inovasi pengelolaan potensi desa agar BUMDes mampu tumbuh menjadi lembaga ekonomi desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing. (As)

#Desa #BUMDes #TPPKerjaBerdampak


Dari Desa untuk Warga: Gerai Sembako BUMDes Karya Bersama

Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bersama Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Salah satu langkah nyata yang kini dirintis adalah pembentukan Unit Usaha Gerai Sembako, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau.

Direktur BUMDes Karya Bersama, Yakub Balu, menjelaskan bahwa pendirian gerai sembako ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat desa terhadap bahan kebutuhan pokok, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat lokal. Dengan adanya gerai ini, warga tidak perlu lagi membeli kebutuhan sehari-hari ke luar desa.

“Kami ingin BUMDes hadir sebagai solusi ekonomi masyarakat. Gerai sembako ini diharapkan mampu membantu warga mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujar Yakub.

Upaya pengembangan unit usaha ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Taluduyunu, Ismail Radjak. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Desa sangat mendukung langkah BUMDes dalam mengembangkan usaha yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“BUMDes adalah motor penggerak ekonomi desa. Kehadiran gerai sembako ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli desa serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Ismail.

Dalam proses perintisan unit usaha tersebut, BUMDes Karya Bersama juga mendapat pendampingan dari Pendamping Lokal Desa, Enci Bangga, yang aktif memberikan arahan terkait pengelolaan usaha, administrasi, serta keberlanjutan unit usaha ke depan.

Dengan adanya Unit Usaha Gerai Sembako ini, BUMDes Karya Bersama optimis dapat menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi desa, sekaligus mendukung program kemandirian desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Taluduyunu secara berkelanjutan. (-As)

#Desa #BUMDes


Potensi Laut Dimaksimalkan, Desa Torosiaje Raup Keuntungan dari Budidaya Ikan Kerapu

Torosiaje, Popayato – Pemerintah Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, terus memperkuat program ketahanan pangan desa melalui pengembangan budidaya ikan kerapu. Program ini dinilai strategis karena memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.

Budidaya ikan kerapu di Desa Torosiaje dikelola secara bertahap dengan memanfaatkan potensi perairan laut yang mendukung pertumbuhan ikan kerapu secara optimal. Harga pembelian bibit ikan kerapu berada pada kisaran Rp20.000 per ekor, sementara harga jual saat panen mencapai Rp70.000 per kilogram. Dalam kondisi normal, satu ekor ikan kerapu dapat tumbuh hingga berat 2 kilogram, sehingga memberikan keuntungan yang cukup menjanjikan bagi kelompok pengelola.


Kepala Desa Torosiaje, Uten Sairullah, S.Pd, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendorong ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Budidaya ikan kerapu ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Torosiaje,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam satu kali panen, hasil produksi ikan kerapu dapat mencapai sekitar 100 kilogram, yang dipasarkan baik untuk kebutuhan lokal maupun ke luar daerah. Dengan manajemen budidaya yang baik, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan terus berkembang.

Selain meningkatkan ekonomi masyarakat, kegiatan budidaya ikan kerapu juga mendorong pemberdayaan kelompok nelayan dan masyarakat pesisir melalui peningkatan keterampilan, pengetahuan, serta pengelolaan usaha perikanan yang lebih terarah.

Pemerintah Desa Torosiaje berharap, program ketahanan pangan ikan kerapu ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa berbasis potensi kelautan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. (-As)

#Desa

BUMDes Mentari Desa Telaga Launching Program Jagung Ketahanan Pangan

Popayato – Pemerintah Kecamatan Popayato bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mentari Desa Telaga melaksanakan kegiatan Launching Penanaman Jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Camat Popayato, Zulkifli R. Buludawa, SE, pada Sabtu, (01/02/2026), bertempat di lokasi lahan pertanian Desa Telaga, Kecamatan Popayato.

Dalam sambutannya, Camat Popayato Zulkifli R. Buludawa, SE menyampaikan apresiasi atas inisiatif BUMDes Mentari Desa Telaga dalam mengembangkan sektor pertanian jagung sebagai salah satu strategi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal melalui pengelolaan BUMDes merupakan langkah tepat untuk mendorong kemandirian desa.

“Program penanaman jagung ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat. Saya berharap kegiatan ini dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Telaga,” ujar Camat Popayato.

Kegiatan launching ditandai dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Camat Popayato bersama pemerintah desa, pengurus BUMDes Mentari, serta unsur pendamping desa. Program ini merupakan bagian dari rencana usaha BUMDes yang difokuskan pada sektor pertanian produktif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Direktur BUMDes Mentari Desa Telaga menyampaikan bahwa penanaman jagung ini diharapkan dapat menjadi unit usaha unggulan BUMDes, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu, hasil panen ke depan direncanakan untuk dikelola secara profesional guna meningkatkan pendapatan BUMDes dan kesejahteraan masyarakat desa.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Pemerintah Desa Telaga berharap kolaborasi antara pemerintah kecamatan, desa, BUMDes, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam rangka mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. (-As)

#Desa #Ekonomi


Dorong Ekonomi Warga, Pemdes Marisa Selatan Salurkan Bantuan UMKM dari Dana Desa 2025

Marisa - Pemerintah Desa Marisa Selatan, Kecamatan Marisa, menyalurkan bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Desa Marisa Selatan dan dihadiri oleh pemerintah desa, perangkat desa, pendamping desa, serta para pelaku UMKM penerima bantuan. Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha, baik berupa peralatan usaha, bahan penunjang produksi, maupun dukungan modal terbatas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas UMKM desa.

BACA JUGA : Pemanfaatan Dana Desa Kab. Pohuwato tahun 2025

Program bantuan UMKM ini merupakan hasil dari perencanaan desa yang telah melalui tahapan musyawarah dan pemetaan potensi ekonomi lokal. Pemerintah desa memprioritaskan pelaku usaha yang aktif, memiliki usaha berjalan, serta berkomitmen untuk mengembangkan usahanya agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui penyaluran bantuan ini, diharapkan UMKM Desa Marisa Selatan dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing usaha di tingkat lokal maupun regional. Pemerintah desa juga mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan bantuan secara optimal dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi desa.

BACA JUGA : Raih Penghargaan Nasional, Desa Bumi Bahari Jadi Rujukan Studi Komparatif Desa Luwoo

Pemerintah Desa Marisa Selatan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar utama pembangunan desa. Dukungan melalui Dana Desa diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang. (-As)

#Desa #DDS


Pendamping Desa Lemito Dorong Percepatan Legalitas BUMDes Lomuli

Lemito — Pendamping Desa Kecamatan Lemito melakukan pendampingan intensif kepada Pemerintah Desa Lomuli dalam penyusunan dokumen badan hukum Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya memperkuat tata kelola dan legalitas pengelolaan usaha desa.

Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan di kantor Desa Lomuli dan dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, serta pengurus sementara BUMDes. Fokus kegiatan ialah memastikan kelengkapan dokumen sesuai regulasi, termasuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), struktur kepengurusan, jenis usaha, serta dokumen pendukung terkait pendaftaran badan hukum melalui sistem Kemendes PDT.

Pendamping Desa Kecamatan Lemito menegaskan bahwa legalitas badan hukum merupakan syarat utama agar BUMDes dapat lebih leluasa mengembangkan unit usaha, menjalin kemitraan, serta mengakses berbagai program pemberdayaan dan bantuan pemerintah.

"Kalau so ada ini dia status badan hukum, torang pe BUMDes so mo lebe mudah bekerjasama for mo kase bagus ini torang pe usaha secara profesional, (Dengan status badan hukum, BUMDes Lomuli akan memiliki kepastian hukum dan lebih mudah dalam menjalin kerja sama maupun mengembangkan usaha secara profesional)". Ujar Pendamping Desa, Inda dalam bahasa Gorontalo

Kepala Desa Lomuli menyampaikan apresiasi atas dukunganpendamping, serta berharap proses pengajuan badan hukum dapat segera rampung sehingga BUMDes dapat mulai mengoperasikan unit usaha yang telah direncanakan.

Kegiatan pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan ekonomi desa agar mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan mendukung peningkatan pendapatan asli desa. (-As)

#Desa #BUMDes


Optimalisasi Dana Desa: Desa Maleo Fokus Kembangkan Peternakan Kambing Sebagai Program Ketahanan Pangan

Maleo, Popayato Timur — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Desa Maleo terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan kambing yang dibiayai dari anggaran ketahanan pangan Dana Desa. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat sektor pangan dan ternak lokal.

Kepala Desa Maleo menyampaikan bahwa alokasi Dana Desa khusus ketahanan pangan dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan produktif yang berkelanjutan. Salah satunya adalah pengadaan dan pengelolaan ternak kambing yang dioperasikan oleh BUMDes Amanah. “Tujuan kami tidak hanya menyediakan sumber pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui program ini, BUMDes Amanah melakukan pengadaan bibit kambing unggul, pembangunan kandang, serta penyediaan pakan dan fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, warga yang tergabung dalam kelompok ternak diberikan pembinaan mengenai manajemen pemeliharaan, kesehatan hewan, serta teknik pengembangbiakan yang baik.

Direktur BUMDes Amanah menjelaskan bahwa usaha peternakan kambing dipilih karena memiliki potensi pasar yang stabil dan perawatan yang relatif mudah. “Kami berharap usaha ini dapat berkembang menjadi unit ekonomi desa yang mampu meningkatkan pendapatan BUMDes serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Program peternakan kambing ini juga dirancang untuk berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan hewani desa dan mendukung ketahanan pangan wilayah Kecamatan Popayato Timur. Ke depan, BUMDes Amanah berencana memperluas kapasitas kandang dan menambah jumlah ternak, serta membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

Dengan adanya kegiatan ini, Desa Maleo menunjukkan komitmen kuat dalam memanfaatkan Dana Desa secara tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan. Program peternakan kambing diharapkan menjadi contoh bagaimana pengelolaan dana desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (-As)

#Desa #BUMDes #KetahananPangan


Revitalisasi Jadi Titik Balik, BUMDes Puncak Panua Mandiri Siap Tancap Gas

Taluditi, 12 November 2025 – Pemerintah Desa Puncak Jaya, Kecamatan Taluditi, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka Revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Puncak Panua Mandiri. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat partisipatif dan dihadiri berbagai pihak yang berperan penting dalam penguatan kelembagaan ekonomi desa.

Musyawarah yang dilaksanakan di Balai Desa Puncak Jaya ini turut dihadiri oleh Koordinator Kabupaten (Korkab) Program P3MD Kabupaten Pohuwato, Nelsih Yana, SE., M.Si, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) PIC BUMDes, Andi Samir, SH. Keduanya memberikan arahan dan pendampingan teknis terkait pentingnya revitalisasi BUMDes agar dapat berjalan sesuai regulasi terbaru serta mampu berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Desa Puncak Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musdesus ini menjadi momentum penting untuk menata kembali kelembagaan dan manajemen usaha BUMDes agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

“Revitalisasi ini diharapkan bisa memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. Kami ingin BUMDes Puncak Panua Mandiri menjadi contoh sukses pengelolaan usaha desa yang berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Korkab Nelsih Yana menegaskan pentingnya pemutakhiran dokumen legalitas BUMDes sesuai Permendesa PDTT Nomor 3 Tahun 2021 tentang BUMDes, termasuk penyusunan AD/ART, struktur pengurus, serta rencana pengembangan usaha.

TAPM Andi Samir menambahkan bahwa revitalisasi bukan sekadar formalitas, melainkan proses untuk memperkuat kapasitas dan tata kelola ekonomi desa agar lebih adaptif terhadap tantangan dan peluang di wilayah lokal.

Musyawarah Desa Khusus ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk menindaklanjuti hasil musyawarah melalui pembentukan tim revitalisasi BUMDes yang akan bekerja menyiapkan dokumen administrasi dan rencana bisnis baru BUMDes Puncak Panua Mandiri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan BUMDes Puncak Panua Mandiri dapat kembali menjadi lembaga ekonomi desa yang kuat, mandiri, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Desa Puncak Jaya. (-As)

#Desa #BUMDes


Modal Rp12 Juta, Desa Mootilango Hasilkan Rp21,7 Juta Lewat Program Ketahanan Pangan

Mootilango, Pohuwato — Program Ketahanan Pangan Desa Mootilango kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui budidaya udang vanname, kelompok pelaksana kegiatan berhasil meraih keuntungan bersih sebesar
Rp21.783.000 dari modal awal benih senilai Rp12.000.000.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat kemandirian ekonomi warga. Budidaya udang vanname dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan potensi pasar yang luas, baik di tingkat lokal maupun regional.

Kepala Desa Mootilango menyampaikan apresiasi atas kerja keras kelompok pelaksana yang berhasil memanfaatkan bantuan dana dengan baik.

“Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat kita mampu mengelola program ketahanan pangan dengan efektif. Keuntungan yang didapat bukan hanya angka, tapi bukti nyata kemandirian desa,” ujarnya.

Menurut pendamping desa, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari manajemen kolam yang baik, penggunaan pakan berkualitas, serta pemantauan rutin terhadap kondisi air dan pertumbuhan udang.

Dengan hasil yang memuaskan, Pemerintah Desa Mootilango berencana mengembangkan kegiatan serupa di tahun berikutnya dengan memperluas lahan dan menambah jumlah benih. Diharapkan, budidaya udang vanname ini bisa menjadi salah satu ikon ekonomi produktif desa yang berkelanjutan. (-As)

#Desa #BUMDes #Ekonomi



Dorong Pengelolaan Profesional, TAPM dan PD Dampingi Musdesus Evaluasi BUMDes di Marisa

Popayato Timur — Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten bersama Pendamping Desa (PD) Kecamatan Popayato Timur melakukan pendampingan dalam kegiatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Evaluasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Marisa, Kecamatan Popayato Timur, Senin (10/11/2025).

Kegiatan Musdesus ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan pengelolaan BUMDes Marisa selama tahun berjalan, termasuk meninjau pelaksanaan kegiatan usaha, penggunaan modal dari dana desa, serta manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakat. Evaluasi ini juga menjadi wadah bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk memberikan masukan serta rekomendasi terhadap pengembangan BUMDes di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, TAPM dan Pendamping Desa memberikan pendampingan teknis dan arahan substantif terkait tata kelola kelembagaan, administrasi keuangan, serta pentingnya akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan usaha desa. Pendampingan ini dilakukan agar pengelolaan BUMDes dapat berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pendamping Desa Kecamatan Popayato Timur menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga ekonomi desa agar dapat terus tumbuh dan berdaya saing.

“Melalui musyawarah ini, kita bersama-sama menilai sejauh mana BUMDes telah berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) menegaskan pentingnya BUMDes untuk terus memperkuat manajemen dan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaannya semakin profesional.

“Pendampingan ini bukan hanya sebatas formalitas, tetapi menjadi upaya nyata agar BUMDes mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kepala Desa Marisa dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran TAPM dan Pendamping Desa yang telah memberikan bimbingan dalam proses evaluasi ini. Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan kinerja pengurus dan pengembangan unit usaha BUMDes di tahun mendatang.

Melalui kegiatan Musdesus ini, Pemerintah Desa bersama TAPM dan PD juga menyepakati beberapa rekomendasi strategis, seperti peningkatan kapasitas pengurus, optimalisasi aset desa yang dikelola BUMDes, serta pengembangan unit usaha baru berbasis potensi lokal Desa Marisa.

Dengan adanya pendampingan dan evaluasi ini, diharapkan BUMDes Marisa semakin maju, transparan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa di Kecamatan Popayato Timur. (Explore Pohuwato)

#Desa #BUMDes #EkonomiDesa


BLT Dana Desa Triwulan IV Tuntas Disalurkan, 25 Warga Yipilo Rasakan Dampaknya

Yipilo, Wanggarasi — Pemerintah Desa Yipilo, Kecamatan Wanggarasi, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan IV Tahun 2025 kepada 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Senin (10/112025). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Yipilo, dengan suasana tertib dan penuh rasa syukur dari masyarakat penerima bantuan.

Penyaluran tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Yipilo, perangkat desa, BPD, serta perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Wanggarasi. Selain itu, turut hadir Tenaga Pendamping Profesional yang memastikan proses penyaluran berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Yipilo menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

"Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok keluarga, bukan untuk hal-hal konsumtif. BLT ini adalah upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” ujar Kepala Desa Yipilo dalam sambutannya.

Setiap KPM menerima BLT sebesar Rp300.000 per bulan, yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan (Oktober–Desember 2025), sehingga masing-masing KPM menerima total Rp900.000. Proses penyaluran dilakukan secara langsung dan transparan, disertai dengan penandatanganan daftar hadir dan berita acara penerimaan oleh setiap penerima manfaat.

Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Wanggarasi yang turut hadir menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran dana desa.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Yipilo yang telah menyalurkan BLT dengan tertib dan tepat sasaran. Semua penerima telah diverifikasi sesuai kriteria yang ditetapkan dalam regulasi,” jelasnya.

Kegiatan penyaluran BLT Dana Desa Triwulan IV Tahun 2025 ini ditutup dengan doa bersama agar bantuan yang diterima membawa manfaat bagi seluruh penerima dan menjadi berkah bagi masyarakat Desa Yipilo secara keseluruhan.

Dengan tersalurkannya BLT tahap ini, Pemerintah Desa Yipilo menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program-program kesejahteraan masyarakat secara transparan, partisipatif, dan berkeadilan. (Explore Pohuwato)

#Desa #BLT


Pendamping Profesional Perkuat Tata Kelola BUMDes Karya Mandiri Desa Bunto

Bunto, Pohuwato – Dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan dan tata kelola administrasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pohuwato, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa melaksanakan kegiatan pendampingan administrasi di BUMDes Karya Mandiri Desa Bunto, Kecamatan Popayato Timur, pada Kamis (06/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem administrasi BUMDes agar lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pendampingan difokuskan pada pembenahan dokumen kelembagaan, pencatatan keuangan, serta pelaporan kegiatan usaha BUMDes.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pohuwato, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kementerian Desa melalui tenaga pendamping profesional di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

“Pendampingan ini bertujuan agar BUMDes dapat menjalankan fungsi ekonomi desa dengan manajemen yang lebih baik, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Desa Kecamatan Popayato Timur menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes serta mendorong partisipasi warga dalam pengembangan unit usaha desa.

Kepala Desa Bunto Alep Dehimeli menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan oleh para tenaga pendamping profesional.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan arahan dari pendamping. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki administrasi dan tata kelola BUMDes Karya Mandiri,” ujar Kepala Desa Bunto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan BUMDes Karya Mandiri dapat semakin mandiri dan berperan sebagai penggerak ekonomi lokal di Desa Bunto, sekaligus menjadi contoh bagi desa lain dalam pengelolaan usaha desa yang baik dan berkelanjutan. (Explore Pohuwato)

#Desa #BUMDes


🌿 Menanam Harapan di Tanah Hulawa: Sinergi BUMDes dan PLN Peduli Dukung Ekonomi Hijau Desa

Hulawa, Pohuwato — Suasana semangat hijau mewarnai kawasan Hutan Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, saat BUMDes Hulawa Mandiri bersama PLN Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggelar kegiatan Penanaman Pohon Hutan Desa. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Beni Nento, Camat Buntulia, Kepala Desa Hulawa, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pohuwato Hikmah Dwilokita Ishak, Pendamping Lokal Desa, Kepala Puskesmas Buntulia, serta perwakilan PLN Wilayah III.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Beni Nento memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif, karena selain menjaga kelestarian lingkungan, juga menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta dalam membangun desa yang berkelanjutan. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pohuwato,” ujar Beni Nento.

Sementara itu, Kepala Desa Hulawa, Erna Giasi, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan desa yang mandiri.

“Penanaman pohon bukan hanya tentang menghijaukan lingkungan, tetapi juga tentang menanam harapan bagi masa depan desa. Melalui pengelolaan hutan desa yang baik, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan,” jelas Erna

Perwakilan PLN Wilayah III menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah melalui program TJSL. Melalui dukungan terhadap pengelolaan hutan desa, PLN berharap dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Direktur BUMDes Hulawa Mandiri menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan program ekonomi hijau desa, seperti pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan kegiatan produktif lain yang berbasis kelestarian lingkungan.

Kegiatan diakhiri dengan penanaman pohon secara simbolis oleh para tamu undangan dan masyarakat Desa Hulawa, menandai komitmen bersama dalam menjaga bumi sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian desa. (Exoplore Pohuwato)

#Desa #PLNPeduli #TJSL #BUMDesHulawaMandiri #PohuwatoHijau #DesaHulawa #GoGreenDesa

Menuju Desa Mandiri: Limbula Mulai Konstruksi Koperasi Merah Putih

Pembangunan KDMP Desa Limbula
Wanggarasi, Limbula — Pemerintah Desa Limbula resmi memulai proses pembangunan Koperasi Merah Putih, sebagai langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kegiatan tahap awal pembangunan ini dipusatkan di  Dusun Limbula Desa Limbula dan dihadiri oleh pemerintah desa, BPD, TNI, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda setempat.

Pembangunan koperasi ini merupakan program prioritas Pemerintah Desa Limbula untuk menyediakan sarana ekonomi terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Koperasi Desa Merah Putih nantinya berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, wadah pengembangan UMKM desa, hingga tempat pemasaran produk lokal.

Kepala Desa Limbula dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan pondasi ekonomi bersama.

“Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi warga. Dengan dukungan seluruh pihak, kami ingin menciptakan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera,” ungkap Kepala Desa Limbula.

Tokoh masyarakat setempat juga menyambut baik program ini dan menyatakan dukungannya agar pembangunan koperasi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pembangunan ini menandai komitmen Pemerintah Desa Limbula dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong, sekaligus mendukung visi menciptakan desa yang berdaya saing dan mandiri secara ekonomi.

Dengan dimulainya konstruksi Koperasi Merah Putih, Desa Limbula semakin optimis menyongsong masa depan yang lebih baik bagi masyarakatnya, melalui penguatan sektor ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha desa. (Explore Pohuwato)

#Desa, #KDMP

Kecamatan Marisa Rampungkan Musyawarah Desa Penetapan RKPDes dan Musdesus Koperasi Desa Merah Putih Sesuai SE Menteri Desa PDTT Nomor 8 Tahun 2025

Marisa, 28 Oktober 2025 – Pemerintah Kecamatan Marisa telah merampungkan pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) untuk penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026 yang diselenggarakan secara paralel dengan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Musdesus untuk Persetujuan Dukungan Pengembalian Pinjaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

BACA JUGA : Artikel : Permendesa PDT 10/2025) tentang Mekanisme Persetujuan Kepala Desa dalam Rangka Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Musyawarah diikuti oleh Camat Marisa beserta jajaran, Kepala Desa , BPD, Tenaga Pendamping Profesional, serta unsur masyarakat dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Kegiatan berjalan lancar, partisipatif, dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku dalam perencanaan pembangunan desa.

Dalam arahannya, Camat Marisa menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan koperasi dalam mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Melalui Musdes dan Musdesus ini, kita tidak hanya menyusun arah pembangunan desa, tetapi juga memastikan dukungan terhadap penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Musdesus Koperasi Desa Merah Putih sendiri berfokus pada pembahasan dan persetujuan dukungan desa terhadap pengembalian pinjaman KDMP, sebagaimana diamanatkan dalam SE Kemendes PDTT. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menjaga keberlanjutan dan kesehatan lembaga ekonomi desa.

BACA JUGA : Kementerian Koperasi dan UKM Letakkan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Bumi Bahari

Dengan terselenggaranya kedua kegiatan tersebut, Kecamatan Marisa menjadi salah satu wilayah yang berhasil melaksanakan percepatan Musdes dan Musdesus sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Diharapkan, hasil keputusan ini dapat memperkuat perencanaan pembangunan dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa di tahun mendatang. (Explore Pohuwato)

#Desa, #KDMP


Penyaluran BLT Triwulan IV di Desa Popayato Berjalan Lancar dan Tepat Sasaran

Popayato – Pemerintah Desa Popayato menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk Triwulan IV kepada warga penerima manfaat, bertempat di Kantor Desa Popayato. Penyaluran ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat yang terdampak kondisi sosial dan ekonomi saat ini.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember. Setiap KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000 per bulan atau total Rp900.000 per KPM untuk triwulan terakhir tahun ini.

Kepala Desa Popayato dalam sambutannya menyampaikan bahwa BLT Dana Desa merupakan program yang harus tepat sasaran dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan prioritas rumah tangga. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan pokok keluarga penerima, terutama menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Kegiatan penyaluran BLT turut dihadiri oleh BPD, Pendamping Lokal Desa, serta perangkat desa lainnya. Proses penyaluran berjalan tertib dengan tetap memperhatikan ketentuan dan melakukan pendataan secara transparan.

Selain itu, pihak pendamping desa mengingatkan pentingnya monitor

ing dan evaluasi berkelanjutan agar program BLT dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Popayato.

Dengan tersalurkannya BLT-DD Triwulan IV ini, Pemerintah Desa Popayato menutup rangkaian program pemberian bantuan langsung tunai pada tahun anggaran berjalan, sekaligus mempertegas komitmen dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat desa. (Adam)

#Desa, #BLT

Monitoring Pemerintah Kecamatan Lemito dan Tenaga Pendamping Profesional pada Unit Usaha Waserda BUMDes Kenari Damai Desa Kenari

Lemito – Pemerintah Kecamatan Lemito bersama Tenaga Pendamping Profesional melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan Unit Usaha Warung Serba Ada (Waserda) milik BUMDes Kenari Damai di Desa Kenari, Kecamatan Lemito, pada [isi tanggal kegiatan]. Kegiatan ini bertujuan memastikan implementasi pengelolaan BUMDes berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat desa.

Monitoring dilakukan dengan meninjau secara langsung aktivitas usaha Waserda, termasuk tata kelola administrasi, stok barang, manajemen pemasaran, dan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, dilakukan pula diskusi bersama pengurus BUMDes untuk mendengarkan laporan perkembangan usaha, tantangan yang dihadapi, serta rencana pengembangan kedepannya.

Camat Lemito melalui perwakilan tim monitoring menyampaikan bahwa BUMDes merupakan pilar ekonomi desa yang harus didorong agar mampu mandiri dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. “Kami berharap BUMDes Kenari Damai terus meningkatkan inovasi usaha serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Pendamping Profesional memberikan masukan teknis terkait strategi peningkatan usaha, seperti pengelolaan keuangan
yang lebih tertib, penyesuaian harga barang, serta kolaborasi dengan pihak pemasok demi menjaga ketersediaan produk untuk masyarakat.

Kepala Desa Kenari bersama Direktur BUMDes Kenari Damai mengapresiasi kegiatan monitoring ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan BUMDes di desa. Mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan pembenahan agar Waserda semakin maju dan mampu menjadi pusat ekonomi desa.

Dengan adanya pendampingan dan evaluasi rutin ini, diharapkan Unit Usaha Waserda BUMDes Kenari Damai dapat semakin berkembang dan menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang profesional di Kecamatan Lemito. (Inda)

#Desa, #BUMDes

BUMDes Bina Sejahtera Kembangkan Budidaya Ikan Nila di Desa Padengo

Duhiadaa – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera Desa Padengo, Kecamatan Duhiadaa, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan. Salah satu upaya yang saat ini sedang berjalan adalah program budidaya ikan nila dengan jumlah 8.000 ekor bibit yang telah ditebar di kolam milik BUMDes.

Ketua BUMDes Bina Sejahtera, dalam kesem
patan tersebut menjelaskan bahwa usaha ini bertujuan untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta menambah sumber pendapatan desa. “Kami berharap budidaya ikan nila ini dapat menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi desa, baik dari sisi ekonomi maupun pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Proses pemeliharaan ikan nila dilakukan dengan sistem pengelolaan yang terencana, mulai dari penebaran bibit, pemberian pakan, hingga monitoring kesehatan ikan secara berkala. Pemerintah Desa Padengo serta pendamping desa turut memberikan dukungan dalam pengembangan usaha ini, termasuk dalam aspek pendampingan teknis dan manajemen usaha.

Dengan pertumbuhan yang optimal, panen ikan nila diperkirakan dapat dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Hasilnya nanti diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal dan meningkatkan ketersediaan pangan berbasis perikanan di desa.

Upaya pengembangan usaha budidaya ini juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian desa serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. BUMDes Bina Sejahtera menargetkan ke depan usaha perikanan ini dapat diperluas, baik dari jumlah kolam maupun jenis ikan yang dibudidayakan. (-As)

#Desa, #BUMDes

BUMDes Molopoga Bangun Depot Air Bersih untuk Tingkatkan Kualitas Produk dan Pendapatan Desa

Karya Baru, Dengilo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Molopoga Desa Karya Baru terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan unit usaha baru, yakni pembangunan depot air bersih. Program ini diinisiasi sebagai upaya untuk menghadirkan air minum dengan kualitas yang baik, sehat, dan memenuhi standar kesehatan, sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.

Kepala Desa Karya Baru menjelaskan bahwa pembangunan depot air ini merupakan hasil musyawarah desa bersama pengurus BUMDes Molopoga. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati air bersih yang layak konsumsi dengan harga terjangkau, sekaligus membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan BUMDes,” ujarnya.

BUMDes Molopoga menargetkan produksi dan penjualan sebanyak 100 galon per hari, dengan harga jual Rp 5.000 per galon. Dari perhitungan tersebut, potensi pendapatan harian mencapai Rp 500.000, atau sekitar Rp 15 juta per bulan jika beroperasi penuh.

Pengelola BUMDes memastikan seluruh proses produksi air minum akan melalui tahap uji laboratorium dan memenuhi standar kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menjamin bahwa air yang dihasilkan tidak hanya layak konsumsi, tetapi juga aman dan menyehatkan bagi masyarakat.

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pohuwato, Andi Samir, SH, menyambut baik langkah inovatif BUMDes Molopoga tersebut.

“Inisiatif BUMDes Molopoga ini merupakan contoh konkret bagaimana desa mampu mengelola potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang paling penting adalah menjaga kualitas air agar selalu sesuai standar kesehatan, sehingga kepercayaan konsumen tetap tinggi dan usaha ini bisa berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan adanya depot air bersih ini, Pemerintah Desa Karya Baru berharap BUMDes Molopoga dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan usaha desa yang berorientasi pada kualitas produk, keberlanjutan usaha, dan kesejahteraan masyarakat. (Explore Pohuwato)

#Desa, #BUMDes

Terbaru

Indeks Desa Kabupaten Pohuwato Tahun 2026 Resmi Ditandatangani, Desa Mandiri Capai 15 Desa

POHUWATO — Indeks Desa Kabupaten Pohuwato Tahun 2026 resmi ditandatangani sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendor...

Baca Juga :