Monitoring dilakukan dengan meninjau secara langsung aktivitas usaha Waserda, termasuk tata kelola administrasi, stok barang, manajemen pemasaran, dan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, dilakukan pula diskusi bersama pengurus BUMDes untuk mendengarkan laporan perkembangan usaha, tantangan yang dihadapi, serta rencana pengembangan kedepannya.
Camat Lemito melalui perwakilan tim monitoring menyampaikan bahwa BUMDes merupakan pilar ekonomi desa yang harus didorong agar mampu mandiri dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga. “Kami berharap BUMDes Kenari Damai terus meningkatkan inovasi usaha serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Profesional memberikan masukan teknis terkait strategi peningkatan usaha, seperti pengelolaan keuangan
yang lebih tertib, penyesuaian harga barang, serta kolaborasi dengan pihak pemasok demi menjaga ketersediaan produk untuk masyarakat.
Kepala Desa Kenari bersama Direktur BUMDes Kenari Damai mengapresiasi kegiatan monitoring ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan BUMDes di desa. Mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dan melakukan pembenahan agar Waserda semakin maju dan mampu menjadi pusat ekonomi desa.
Dengan adanya pendampingan dan evaluasi rutin ini, diharapkan Unit Usaha Waserda BUMDes Kenari Damai dapat semakin berkembang dan menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang profesional di Kecamatan Lemito. (Inda)
#Desa, #BUMDes

Tidak ada komentar:
Posting Komentar